{"id":536,"date":"2026-09-03T12:59:30","date_gmt":"2026-09-03T05:59:30","guid":{"rendered":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/?p=536"},"modified":"2026-09-03T12:59:30","modified_gmt":"2026-09-03T05:59:30","slug":"hitungan-lembur-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/","title":{"rendered":"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"264\" data-end=\"539\">Lembur menjadi salah satu hal yang perlu perusahaan perhatikan ketika karyawan bekerja melebihi waktu kerja normal. Perusahaan tidak dapat menentukan upah lembur secara sembarangan karena pemerintah telah mengatur ketentuan mengenai waktu kerja lembur dan pembayaran upahnya.<\/p>\n<p data-start=\"541\" data-end=\"818\">Memahami <strong data-start=\"550\" data-end=\"580\">hitungan lembur pemerintah<\/strong> membantu perusahaan menentukan hak karyawan dengan lebih tepat. Selain itu, HR juga perlu mengetahui batas waktu lembur, syarat pelaksanaan, serta ketentuan pembayaran upah lembur agar pengelolaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.<\/p>\n<p data-start=\"820\" data-end=\"976\">Dengan memahami aturan tersebut, perusahaan dapat mengelola lembur secara lebih teratur sekaligus mengurangi risiko kesalahan dalam menentukan hak karyawan.<\/p>\n<h2>Apa Itu Hitungan Lembur Menurut Pemerintah?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-539\" src=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/office_scene_wide.jpg\" alt=\"lebur pemerintah\" width=\"2048\" height=\"1152\" srcset=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/office_scene_wide.jpg 2048w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/office_scene_wide-300x169.jpg 300w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/office_scene_wide-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/office_scene_wide-768x432.jpg 768w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/office_scene_wide-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 2048px) 100vw, 2048px\" \/><\/p>\n<p>Hitungan lembur menurut pemerintah merupakan perhitungan upah atas waktu kerja tambahan karyawan berdasarkan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Perhitungan tersebut memperhatikan waktu pelaksanaan lembur, jumlah jam lembur, serta upah karyawan sebagai dasar perhitungan.<\/p>\n<p>Namun, pengelolaan lembur tidak hanya berkaitan dengan rumus. Perusahaan juga perlu memperhatikan ketentuan mengenai batas waktu lembur, persetujuan karyawan, serta kewajiban perusahaan ketika mempekerjakan karyawan melebihi jam kerja normal.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, HR perlu memahami aturan lembur secara menyeluruh sebelum menentukan upah yang karyawan terima. Pemahaman tersebut membantu perusahaan menerapkan kebijakan lembur dengan lebih jelas dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.<\/p>\n<h2>Dasar Hukum Lembur Karyawan<\/h2>\n<p>Pemerintah mengatur ketentuan mengenai waktu kerja lembur melalui <strong>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021<\/strong>. Peraturan ini mengatur waktu kerja, waktu istirahat, waktu kerja lembur, hingga kewajiban perusahaan dalam membayar upah lembur kepada karyawan.<\/p>\n<p>Aturan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan ketika menerapkan lembur. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku sebelum meminta karyawan bekerja melebihi waktu kerja normal.<\/p>\n<p>Selain mengatur durasi lembur, PP Nomor 35 Tahun 2021 juga mengatur persetujuan lembur, pembayaran upah, serta beberapa kewajiban perusahaan terhadap karyawan yang melakukan lembur.<\/p>\n<p>Dengan memahami dasar hukum tersebut, HR dapat membuat kebijakan lembur yang lebih jelas dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.<\/p>\n<h2>Batas Waktu Lembur Menurut Pemerintah<\/h2>\n<p>Perusahaan tidak dapat memberikan waktu lembur tanpa batas kepada karyawan. Berikut ketentuan batas waktunya:<\/p>\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 25px 0;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 1.6; color: #333; border: 2px solid #7B2CBF;\">\n<thead>\n<tr style=\"background: #7B2CBF; color: #ffffff;\">\n<th style=\"padding: 12px 14px; text-align: center; border: 1px solid #6A1FA8;\">Ketentuan<\/th>\n<th style=\"padding: 12px 14px; text-align: center; border: 1px solid #6A1FA8;\">Batas Maksimal<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr style=\"background: #F7F0FC;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Lembur per hari<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">4 jam<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #ffffff;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Lembur per minggu<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">18 jam<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #F7F0FC;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Cakupan batas 18 jam<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">Tidak termasuk lembur pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Karena batas 18 jam per minggu tersebut tidak mencakup lembur di hari istirahat atau hari libur, HR perlu mencatat waktu pelaksanaan lembur dengan jelas agar dapat membedakan lembur pada hari kerja dengan lembur pada hari istirahat atau hari libur.<\/p>\n<p>Selain memperhatikan batas waktunya, perusahaan juga perlu mendapatkan persetujuan dari karyawan sebelum melaksanakan lembur. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya perlu mencatat jumlah jam kerja tambahan, tetapi juga memastikan pelaksanaan lembur mengikuti ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Pencatatan jam lembur yang teratur juga membantu HR memeriksa durasi kerja setiap karyawan. Selanjutnya, data tersebut dapat menjadi dasar ketika perusahaan menentukan hak dan menghitung upah lembur karyawan.<\/p>\n<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1h2j07p\" data-start=\"500\" data-end=\"550\">Syarat Perusahaan Mempekerjakan Karyawan Lembur<\/h2>\n<p data-start=\"552\" data-end=\"756\">Perusahaan tidak dapat langsung meminta karyawan bekerja melebihi jam kerja normal tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku. Sebelum menjalankan lembur, perusahaan perlu memastikan beberapa hal berikut.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1r2hk8p\" data-start=\"758\" data-end=\"804\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"762\" data-end=\"804\">1. Ada Perintah Lembur dari Perusahaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"806\" data-end=\"1030\">Pelaksanaan lembur perlu berdasarkan perintah dari perusahaan. Perintah tersebut menjadi dasar bahwa pekerjaan tambahan memang perusahaan minta dan bukan sekadar keputusan karyawan untuk memperpanjang waktu kerjanya sendiri.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"kznce8\" data-start=\"1032\" data-end=\"1075\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1036\" data-end=\"1075\">2. Mendapatkan Persetujuan Karyawan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1077\" data-end=\"1254\">Perusahaan juga perlu mendapatkan persetujuan dari karyawan yang akan melakukan lembur. Perintah dan persetujuan tersebut dapat menggunakan bentuk tertulis maupun media digital.<\/p>\n<p data-start=\"1256\" data-end=\"1382\">Dengan adanya persetujuan, perusahaan dan karyawan memiliki informasi yang jelas mengenai pelaksanaan kerja tambahan tersebut.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1lglbgv\" data-start=\"1384\" data-end=\"1430\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1388\" data-end=\"1430\">3. Menentukan Waktu Pelaksanaan Lembur<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1432\" data-end=\"1659\">Sebelum lembur berlangsung, perusahaan perlu menentukan kapan karyawan mulai melakukan pekerjaan tambahan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. HR juga perlu memastikan durasinya tidak melebihi batas waktu lembur yang berlaku.<\/p>\n<p data-start=\"1661\" data-end=\"1771\">Langkah ini penting karena jumlah jam dan waktu pelaksanaan nantinya berkaitan dengan perhitungan upah lembur.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"15f9pth\" data-start=\"1773\" data-end=\"1836\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1777\" data-end=\"1836\">4. Memastikan Lembur Sesuai dengan Ketentuan Perusahaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1838\" data-end=\"2098\">Perusahaan perlu memiliki prosedur yang jelas mengenai pengajuan, persetujuan, dan pelaksanaan lembur. Dengan demikian, HR dapat membedakan antara lembur yang memang perusahaan perintahkan dengan aktivitas karyawan di luar jam kerja yang tidak termasuk lembur.<\/p>\n<p data-start=\"2100\" data-end=\"2200\">Ketentuan tersebut juga membantu perusahaan mengelola lembur secara konsisten untuk setiap karyawan. Dengan memenuhi beberapa syarat tersebut, perusahaan memiliki dasar yang lebih jelas sebelum menjalankan kerja lembur.<\/p>\n<p data-start=\"2202\" data-end=\"2485\">Selanjutnya, perusahaan juga perlu memenuhi berbagai hak karyawan selama dan setelah melakukan lembur, mulai dari upah hingga kebutuhan selama bekerja tambahan.<\/p>\n<h2>Hak Karyawan yang Melakukan Lembur<\/h2>\n<p>Karyawan yang melakukan kerja lembur memiliki beberapa hak yang perlu perusahaan penuhi. Hak tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembayaran upah, tetapi juga dengan waktu istirahat dan kebutuhan karyawan selama menjalankan pekerjaan tambahan.<\/p>\n<h3><strong>1. Upah Kerja Lembur<\/strong><\/h3>\n<p>Karyawan berhak menerima upah lembur sesuai dengan jumlah jam dan waktu pelaksanaan lembur. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencatat durasi lembur dengan jelas agar dapat menentukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<h3><strong>2. Kesempatan Istirahat<\/strong><\/h3>\n<p>Perusahaan perlu memberikan kesempatan istirahat yang cukup kepada karyawan selama menjalankan pekerjaan. Dengan waktu istirahat yang memadai, karyawan dapat menjaga kondisi tubuh ketika harus bekerja lebih lama dari jam kerja normal.<\/p>\n<h3><strong>3. Makanan dan Minuman<\/strong><\/h3>\n<p>Jika karyawan melakukan lembur selama <strong>4 jam atau lebih<\/strong>,. Selain itu, perusahaan tidak dapat mengganti pemberian makanan dan minuman tersebut dengan uang.<\/p>\n<h3><strong>4. Pencatatan Lembur yang Jelas<\/strong><\/h3>\n<p>Perusahaan perlu mencatat karyawan yang melakukan lembur beserta waktu pelaksanaannya. Dengan pencatatan yang teratur, HR dapat memeriksa kembali jumlah jam kerja tambahan dan mencocokkannya dengan perhitungan upah lembur.<\/p>\n<p>Pemenuhan hak tersebut membantu perusahaan menjalankan kegiatan lembur dengan lebih teratur. Selain itu, pencatatan yang jelas dapat mengurangi perbedaan data antara perusahaan dan karyawan ketika memeriksa jumlah jam lembur.<\/p>\n<p>Namun, ketentuan pembayaran upah lembur memiliki pengecualian bagi <strong>golongan jabatan tertentu<\/strong> yang memenuhi ketentuan.<\/p>\n<p>Karena itu, perusahaan perlu memahami status, tanggung jawab, dan ketentuan kerja setiap karyawan sebelum menentukan hak upah lemburnya. Pengecualian tersebut akan dibahas lebih lanjut pada bagian berikutnya.<\/p>\n<h2>Ketentuan Upah Lembur Menurut Pemerintah<\/h2>\n<p>Perusahaan wajib membayar upah lembur kepada karyawan yang bekerja melebihi waktu kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Besaran upah lembur tidak hanya bergantung pada jumlah jam kerja tambahan, tetapi juga waktu pelaksanaan lembur.<\/p>\n<p>Untuk menentukan upah lembur, perusahaan perlu mengetahui nilai upah per jam terlebih dahulu.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Rumus Upah per Jam<\/strong> <strong>Upah per Jam = 1\/173 \u00d7 Upah Sebulan<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Selanjutnya, perusahaan menggunakan nilai tersebut sebagai dasar untuk menentukan upah lembur:<\/p>\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 25px 0;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 1.6; color: #333; border: 2px solid #7B2CBF;\">\n<thead>\n<tr style=\"background: #7B2CBF; color: #ffffff;\">\n<th style=\"padding: 12px 14px; text-align: center; border: 1px solid #6A1FA8;\">Waktu Lembur<\/th>\n<th style=\"padding: 12px 14px; text-align: center; border: 1px solid #6A1FA8;\">Pengali<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr style=\"background: #F7F0FC;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Hari kerja \u2014 jam pertama<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">1,5 \u00d7 upah per jam<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #ffffff;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Hari kerja \u2014 jam kedua dan seterusnya<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">2 \u00d7 upah per jam<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #F7F0FC;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Hari istirahat mingguan \/ hari libur resmi<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">Pengali lebih besar (2\u00d7, 3\u00d7, hingga 4\u00d7), tergantung jam lembur dan sistem hari kerja<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Sistem 5 hari dan 6 hari kerja juga memengaruhi pengali yang perusahaan gunakan pada kondisi lembur hari libur tersebut, sehingga HR perlu memastikan sistem kerja yang berlaku sebelum menghitung nilainya.<\/p>\n<p>Rumus dan contoh nominalnya perlu disesuaikan dengan jumlah jam kerja serta dasar upah yang berlaku. Karena itu, <a href=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/penghitungan-lembur\/\"><strong>penghitungan lembur<\/strong><\/a> sebaiknya dilakukan berdasarkan data jam kerja yang sudah tercatat agar hasilnya lebih tepat dan mudah diperiksa.<\/p>\n<p>Dengan memahami ketentuan tersebut, HR dapat menentukan upah lembur berdasarkan waktu kerja tambahan yang dilakukan karyawan dan mengurangi risiko kesalahan dalam proses penggajian.<\/p>\n<h2>Apakah Semua Karyawan Berhak Mendapat Upah Lembur?<\/h2>\n<p>Tidak semua karyawan otomatis berhak menerima upah lembur. Peraturan memberikan pengecualian kepada karyawan yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu, yaitu mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai <strong>pemikir, perencana, pelaksana, atau pengendali<\/strong> jalannya perusahaan.<\/p>\n<p>Waktu kerja golongan ini tidak dapat dibatasi seperti jam kerja karyawan pada umumnya. Namun, perusahaan perlu mengatur golongan jabatan tersebut secara jelas dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.<\/p>\n<p>Ketentuan yang jelas membantu HR menentukan karyawan yang masuk dalam pengecualian pembayaran upah lembur.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menentukan pengecualian hanya berdasarkan nama jabatan. HR perlu memperhatikan tanggung jawab pekerjaan serta ketentuan yang berlaku sebelum menentukan hak upah lembur setiap karyawan.<\/p>\n<h2>Apa yang Terjadi Jika Perusahaan Tidak Membayar Lembur?<\/h2>\n<p>Perusahaan perlu memenuhi hak upah lembur ketika karyawan melakukan kerja lembur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika perusahaan mengabaikan kewajiban tersebut, masalah tidak hanya berkaitan dengan penggajian, tetapi juga dapat menimbulkan perselisihan antara perusahaan dan karyawan.<\/p>\n<p>Selain itu, PP Nomor 35 Tahun 2021 memuat sanksi administratif terhadap pelanggaran beberapa kewajiban terkait kerja lembur:<\/p>\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 25px 0;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 1.6; color: #333; border: 2px solid #7B2CBF;\">\n<thead>\n<tr style=\"background: #7B2CBF; color: #ffffff;\">\n<th style=\"padding: 12px 14px; text-align: center; border: 1px solid #6A1FA8;\">Jenis Sanksi<\/th>\n<th style=\"padding: 12px 14px; text-align: center; border: 1px solid #6A1FA8;\">Keterangan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr style=\"background: #F7F0FC;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Teguran tertulis<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">Sanksi awal atas pelanggaran ketentuan lembur<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #ffffff;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Pembatasan kegiatan usaha<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">Diberikan sesuai jenis dan tingkat pelanggaran<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #F7F0FC;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Penghentian sementara alat produksi<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">Sebagian atau seluruh alat produksi dihentikan sementara<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #ffffff;\">\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB; font-weight: 600;\">Pembekuan kegiatan usaha<\/td>\n<td style=\"padding: 12px 14px; border: 1px solid #D8BCEB;\">Sanksi paling berat sesuai ketentuan yang berlaku<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Oleh karena itu, perusahaan perlu mencatat waktu lembur dan menghitung hak karyawan dengan tepat. HR juga sebaiknya menyimpan data lembur secara teratur agar perusahaan dapat memeriksa kembali riwayat kerja tambahan ketika membutuhkannya.<\/p>\n<p>Dengan pengelolaan yang baik, perusahaan dapat mengurangi kesalahan pembayaran sekaligus memastikan pelaksanaan lembur mengikuti aturan yang berlaku.<\/p>\n<h2>Permudah Pengelolaan Lembur Karyawan dengan iPresens<\/h2>\n<p>Pengelolaan lembur membutuhkan data waktu kerja yang jelas. Karena itu, perusahaan perlu mencatat kehadiran, jam masuk, jam pulang, serta aktivitas lembur secara teratur. Data yang lengkap membantu HR memeriksa waktu kerja karyawan sebelum menjalankan proses penggajian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ipresens.com\/\"><strong>iPresens<\/strong> <\/a>membantu perusahaan mengelola absensi dan berbagai kebutuhan administrasi karyawan melalui sistem digital. HR dapat mengelola data kehadiran dengan lebih praktis tanpa harus bergantung pada pencatatan manual yang memerlukan banyak waktu.<\/p>\n<p>Selain absensi, iPresens menyediakan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan karyawan, seperti payroll, lembur, cuti, dan izin. Dengan data yang lebih terorganisir, HR dapat memeriksa informasi yang berkaitan dengan waktu kerja dan mengelola administrasi karyawan dalam satu sistem.<\/p>\n<p>Perusahaan yang ingin mengenal cara kerja dan fitur-fiturnya dapat mencoba <a href=\"https:\/\/account.ipresens.com\/register\"><strong>demo aplikasi iPresens<\/strong><\/a> terlebih dahulu. Melalui demo tersebut, perusahaan dapat melihat penggunaan sistem dan mempertimbangkan fitur yang sesuai dengan kebutuhan operasional.<\/p>\n<p>Selain itu, perusahaan dapat mencoba <a href=\"https:\/\/account.ipresens.com\/register\/free-perusahaan-\"><strong>paket gratis iPresens hingga 50 karyawan<\/strong><\/a> untuk mulai mengelola absensi secara digital tanpa langsung menggunakan paket berbayar.<\/p>\n<p>Dengan iPresens, HR dapat mengurangi pencatatan manual sekaligus mengelola data kehadiran dan administrasi karyawan dengan lebih praktis. Data yang teratur juga membantu perusahaan ketika memeriksa waktu kerja dan mengelola lembur karyawan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Memahami hitungan lembur pemerintah membantu perusahaan memenuhi hak karyawan sekaligus menjalankan pengelolaan lembur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Perusahaan perlu memperhatikan batas waktu lembur (4 jam\/hari, 18 jam\/minggu), persetujuan karyawan, waktu pelaksanaan, serta ketentuan pembayaran upah lembur.<\/p>\n<p>Tidak semua karyawan otomatis berhak atas upah lembur golongan jabatan tertentu seperti pemikir, perencana, pelaksana, atau pengendali perusahaan mendapat pengecualian, sehingga HR perlu memastikan status ini tercantum jelas dalam perjanjian kerja.<\/p>\n<p>Di sisi lain, mengabaikan kewajiban membayar lembur bisa berujung pada perselisihan hingga sanksi administratif sesuai PP Nomor 35 Tahun 2021.<\/p>\n<p>Selain memahami aturan, HR juga perlu mencatat jam kerja dan lembur secara teratur. Data yang akurat memudahkan perusahaan saat memeriksa durasi kerja tambahan dan menentukan upah lembur yang perlu karyawan terima.<\/p>\n<p>Untuk mempermudah proses tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan sistem absensi online seperti iPresens. Pengelolaan data kehadiran secara digital membantu HR mengurangi pencatatan manual serta membuat administrasi lembur dan penggajian menjadi lebih praktis dan terorganisir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ipresens.com\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-478 size-full\" src=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/CTA-ipresens-1.png\" alt=\"CTA\" width=\"1535\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/CTA-ipresens-1.png 1535w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/CTA-ipresens-1-300x200.png 300w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/CTA-ipresens-1-1024x683.png 1024w, https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/CTA-ipresens-1-768x512.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1535px) 100vw, 1535px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lembur menjadi salah satu hal yang perlu perusahaan perhatikan ketika karyawan bekerja melebihi waktu kerja&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":540,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"default","_kad_post_title":"default","_kad_post_layout":"default","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"default","_kad_post_vertical_padding":"default","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari hitungan lembur pemerintah mulai dari dasar hukum, batas waktu lembur, hak karyawan, hingga ketentuan upah lembur yang berlaku.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari hitungan lembur pemerintah mulai dari dasar hukum, batas waktu lembur, hak karyawan, hingga ketentuan upah lembur yang berlaku.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ipresens Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-03T05:59:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/extended_modern_office.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Alfian\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Alfian\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Alfian\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4597d3210b323a6fdb40ad459c17b094\"},\"headline\":\"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku\",\"datePublished\":\"2026-09-03T05:59:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/\"},\"wordCount\":1710,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/extended_modern_office.webp\",\"articleSection\":[\"blog\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/\",\"name\":\"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/extended_modern_office.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-03T05:59:30+00:00\",\"description\":\"Pelajari hitungan lembur pemerintah mulai dari dasar hukum, batas waktu lembur, hak karyawan, hingga ketentuan upah lembur yang berlaku.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/extended_modern_office.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/extended_modern_office.webp\",\"width\":2048,\"height\":1152,\"caption\":\"hitungan lebur pemerintahan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/hitungan-lembur-pemerintah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Ipresens Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Ipresens Blog\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/full-logo-ipresens.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/full-logo-ipresens.png\",\"width\":153,\"height\":36,\"caption\":\"Ipresens Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4597d3210b323a6fdb40ad459c17b094\",\"name\":\"Alfian\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/alfian-user-150x150.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/alfian-user-150x150.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/alfian-user-150x150.jpg\",\"caption\":\"Alfian\"},\"description\":\"Halo, saya Alfian, seorang content writer dan digital marketer dengan pengalaman lebih dari lima tahun. Saya berfokus menulis artikel yang informatif, berbasis riset, dan mudah dipahami untuk membantu pembaca mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ipresens.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ipresens.com\\\/blog\\\/author\\\/ipresens\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku","description":"Pelajari hitungan lembur pemerintah mulai dari dasar hukum, batas waktu lembur, hak karyawan, hingga ketentuan upah lembur yang berlaku.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku","og_description":"Pelajari hitungan lembur pemerintah mulai dari dasar hukum, batas waktu lembur, hak karyawan, hingga ketentuan upah lembur yang berlaku.","og_url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/","og_site_name":"Ipresens Blog","article_published_time":"2026-09-03T05:59:30+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1152,"url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/extended_modern_office.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Alfian","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Alfian","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/"},"author":{"name":"Alfian","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#\/schema\/person\/4597d3210b323a6fdb40ad459c17b094"},"headline":"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku","datePublished":"2026-09-03T05:59:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/"},"wordCount":1710,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/extended_modern_office.webp","articleSection":["blog"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/","url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/","name":"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/extended_modern_office.webp","datePublished":"2026-09-03T05:59:30+00:00","description":"Pelajari hitungan lembur pemerintah mulai dari dasar hukum, batas waktu lembur, hak karyawan, hingga ketentuan upah lembur yang berlaku.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#primaryimage","url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/extended_modern_office.webp","contentUrl":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/extended_modern_office.webp","width":2048,"height":1152,"caption":"hitungan lebur pemerintahan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/hitungan-lembur-pemerintah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hitungan Lembur Pemerintah Sesuai Aturan yang Berlaku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/","name":"Ipresens Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#organization","name":"Ipresens Blog","url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/full-logo-ipresens.png","contentUrl":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/full-logo-ipresens.png","width":153,"height":36,"caption":"Ipresens Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/#\/schema\/person\/4597d3210b323a6fdb40ad459c17b094","name":"Alfian","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/alfian-user-150x150.jpg","url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/alfian-user-150x150.jpg","contentUrl":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/alfian-user-150x150.jpg","caption":"Alfian"},"description":"Halo, saya Alfian, seorang content writer dan digital marketer dengan pengalaman lebih dari lima tahun. Saya berfokus menulis artikel yang informatif, berbasis riset, dan mudah dipahami untuk membantu pembaca mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.","sameAs":["http:\/\/ipresens.com"],"url":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/author\/ipresens\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=536"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":619,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/536\/revisions\/619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ipresens.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}